Maandag 20 Mei 2013

BE "PELITA"


Late one night, a blind man home from his friend goodbye. The friend provided him with a lantern lamp.
The blind man laughed saying: "Why should I take a lamp? It is the same for me! I can go home now. "
Gently his friend replied, "This is so that other people can see you, do not let them hit you."
Blind man finally agreed to bring the lamp. Before long, the journey, a man hit a blind pedestrian.
In shock, he grumbled, "Hey, you've got the eye! Make way for the blind dong! "
Without unrequited courtesies, they passed each other.
Furthermore, the other hit a blind pedestrian.
This time more angry blind man, "What are you blind? Can not see it? I brought this lamp so you can see! "
Pedestrian retort, "You are blind! What you do not see, your lamps gone out! "
The blind man was stunned ..
Realizing the situation, penabraknya apologized, "Oh, sorry, I was the 'blind', I do not see that you are blind."
The blind man replied blushed, "It's okay, I forgive also on my rant."
Sincerely, the impactor helped reignite the lamp that brought the blind. They continued their journey.
In subsequent trips, no more blind pedestrians who hit us.
This time, the blind to be more careful, he politely asked, "Excuse me, are my lamp goes out?"
Penabraknya replied, "Well, I just want to ask you the same thing."
Silent for a moment.
in unison they asked, "Are you blind?"
Simultaneously whenever they reply, "Yes.," As he burst into laughter.
They were trying to help each other rediscover their lamps that fall after colliding.
At that time, someone passing by. In the dimness of the night, he nearly ran into two people who were looking for the lamp. He also passed, without knowing that they are blind.
Thoughts arise in the mind of this man, "I think I need to bring a lamp as well, so I could see the road better, others can also go see their way."
Lamp symbolizes the light of wisdom. Means running lamp brought wisdom in life. Lamp, as well as wisdom, protect us and others from various obstacle obstacles (tabrakan!).
The first blind man was veiled represent their ignorance, arrogance, ignorance, ego, and anger. Always pointing in the direction of another person, not aware that more finger pointing towards himself. On the way "home", he learned to be wise after the event through the events that happened. He became more humble because of his blindness and to recognize the compassion of other parties. He also learned to be forgiving.
The first impactor representing the people in general, the less awareness, less concerned. Sometimes, they choose to "blindly" even though they could see.
The second impactor as representing those opposed to us, who actually showed our mistakes, intentionally or unintentionally. They can be our best teachers. Nobody wants to be blind, it is proper we understand each other and help each other.
The second blind man represent them equally with our inner darkness. How difficult it must light the lamp when we could not even see her lamp. The blind lead the blind difficult. That's important to keep learning so that we become more literate, more thoughtful.
The last person to represent them through a pretty aware of the importance of having the lamp of wisdom.
Have we ignite the lamp within each of us? If it is, whether the flame is still bright, or even nearly extinguished? BE PELITA, for ourselves and around us.
A 25-century-old proverb says: A million lamps can be lit from a lamp, and the flame of the first candle will not be dimmed. The lamp of wisdom too, will never be completely distributed.
When the eye without the barrier, the result is a vision. If the ear without a barrier, the result is hearing. Nasal olfactory produce without hindrance. Mind that without the barrier the result is wisdom.

Sondag 19 Mei 2013

EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA



Oleh Syamsul Maarif, SS

Setelah ada amanat UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD pasal 15 ayat 1 hurup e, yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan Undang-Undang Dasar. Sertamerta berbagai wacana baik dari unsur pemerintahan maupun organisasi politik dan kemasyarakatan, mulai mengungkap bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat kesepakatan yang disebut sebagai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “

Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. BIla tiang ini rapuh maka bangunan akan mudah roboh.

empat tiang penyangga ditengah ini disebut soko guru yang kualitasnya terjamin sehingga pilar ini akan memberikan rasa aman tenteram dan memberi kenikamtan.

Empat pilar itu pula, yang menjamin terwujudnya kebersamaan dalam hidup bernegara. Rakyat akan merasa aman terlindungi sehingga merasa tenteram dan bahagia.

Empat pilar tersebut juga fondasi / dasar dimana kita pahami bersama kokohnya suatu bangunan sangat bergantung dari fondasi yang melandasinya. Dasar atau fondasi bersifat tetap, statis sedangkan pilar bersifat dinamis.

Salah satu tugas dari MPR adalah Sosialisasi Empat pilar bernegara yang diamanatkan dalam UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal 15 ayat (1) huruf e, yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan Undang Undang Dasar.

1. Pancasila

Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima

nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa

nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.

1. Makna Nilai dalam Pancasila

a. Nilai Ketuhanan

Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia

merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.

b. Nilai Kemanusiaan

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

c. Nilai Persatuan

Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia

d. Nilai Kerakyatan

Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.

e. Nilai Keadilan

Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia.

2. UUD 45

Dalam UUD 45 disana tertuang Tujuan Negara yang tertuang dalamPembukaanUUD 1945 adalah“ Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpahdarah Indonesia”hal inimerupakan tujuan Negara

Rumusan “Memajukankesejahteraanumum, mencerdaskan kehidupan bangsa” hal ini merupakan tujuan Negara hokum material, yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional.

Adapun tujuan umum atau internasion aladalah “ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Untuk mencapa tujuan tersebut diperlukan aturan-aturan yang kemudian diataur dalam pasal-pasal, maka dalam kehidupan berbangsa dan bernegera semestinya mentaati aturan yang sudah diundang-undangkan.

3. NKRI

Kita tentunya sudah tahu bahwa syarat berdirinya sebuah negara ada empat, yaitu memiliki wilayah, memiliki penduduk, memiliki pemerintahan dan adanya pengakuan dari negara lain. Dan karena memenuhi empat syarat itulah kemudian Negara Indonesia lahir dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

NKRI lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa yang bertekad mempertahankan keutuhan bangsa. Sebab itu, NKRI adalah prinsip pokok, hukum, dan harga mati.

NKRI hanya dapat dipertahankan apabila pemerintahan adil, tegas, dan berwibawa. Dengan pemerintahan yang adil, tegas, dan berwibawalah masalah dan konflik di Indonesia dapat diselesaikan. “Demi NKRI, apa pun akan kita lakukan. NKRI adalah hal pokok yang harus kita pertahankan.

4. Bhineka Tunggal Ika

Suatu hari Megawati Soekarnoputri pernah mengemukakan, Pancasila bukan hanya falsafah bangsa, tetapi juga bintang yang mengayomi kehidupan seluruh rakyat. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat dan semua kepulauan yang ada di Indonesia.

Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 yang mengajakan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.

Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini kemudian diTerjemahkan sbb:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.

Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?

Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal

Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Artinya, walapun bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda baik dari suku, agama, dan bangsa tetapi adalah bangsa Indonesia. Pengukuhan ini telah dideklarasikan semenjak tahun 1928 yang terkenal dengan nama "sumpah pemuda".

Namun, sekarang Bhineka Tunggal Ika pun ikut luntur, banyak anak muda yang tidak mengenalnya, banyak orang tua lupa akan kata-kata ini, banyak birokrat yang pura-pura lupa, sehingga ikrar yang ditanamkan jauh sebelum Indonesia Merdeka memudar, seperti pelita kehabisan minyak.

Kehawatirannya adalah Akibat lupa, semuanya akan menjadi petaka, nanti akan muncul kembali kata-kata "saya orang ambon", "saya orang Jawa" karena saya yang menonjol maka saya harus menjadi pemimpin. Juga akibat otonomi daerah orang yang berasal dari PNS Pemda Jawa Barat misalnya susah untuk pindah menjadi PNS di Pemda Sumatera Utara, akibatnya terjadilah pengkotakan PNS. Pengkotakan PNS akan menimbulkan "otonomi daerah" yang salah kaprah, atau merupakan raja-raja kecil di daerah.

Demikian empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang semestinya harus kita jaga, pahami, hayati dan laksanakan dalam pranata kehidupan sehari-hari, dimana pancasila yang menjadi sumber nilai menjadi idealogi, UUD 45 sebagai aturan yang semestinya ditaati, dan NKRI adalah harga mati, serta Bhinike tunggal ika adalah perekat semua rakyat. Maka dalam bingkai 4 pilar tersebut yakinlah tujuan yang dicita-citakan bangsa ini akan terwujud.

Saterdag 18 Mei 2013

kata-kata bijak / quatation :)

A help in sincerity is not a hope repay
Pertolongan yang tulus tidak akan mengharapkan imbalan
A good to obey we know how to command
Nasehat yang baik adalah teladan yang baik

A man is know by his friends
Seseorang dikenal karena dengan siapa dia bergaul

Better late than never
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

Those who are able to control their rage can conquer their most serious enemy.
Siapa yang dapat menahan amarahnya mampu mengalahkan musuhnya yang paling tangguh.

Knowledge and skills are tools, the workman is character.
Pengetahuan dan keterampilan adalah alat, yang menentukan sukses adalah tabiat.

A healthy man has a hundred wishes, a sick man has only one.
Orang yang sehat mempunyai ratusan keinginan, orang yang sakit hanya punya satu keinginan

Never sacrifice who you are just because someone does not like who you are.
Jangan pernah mengorbankan siapa dirimu sebenarnya hanya karena seseorang tidak menyukai dirimu apa adanya

Do not be proud of what you have. Proud of how you get what you got. 
Jangan pernah bangga dengan apa yang kamu punya, banggalah dengan bagaimana cara kamu mendapatkannya

Read more: http://konkzmedia.blogspot.com/2012/11/kata-mutiara-bahasa-inggris-beserta-artinya.html#ixzz2TiYO0RDy

masa-masa

kebanyakan seseorang dan bahkan semua orang dalam membuat sebuah hubungan diawali dari yang namanya PE-DE-KA-TE yaaappp alias pendekatan ..
tapi apakah kalian tau yang namanya PE-DE-KA-TE itu lebih menyenangkan dibandingkan saat jadian beberapa fakta yang saya temui dari teman-teman perempuan saya padahal yang diinginkan perempuan itu adalah "masa-masa" setelah PE-DE-KA-TE yaaa betul alias hubungan dengan status :) tapi bagi kaum pria masa PE-DE-KA-TE itu masa-masa yang tidak enak mereka merasa tidak nyaman karena apa yang mereka inginkan belum tercapai tapi setelah didapat kebanyakan malah menjadi lebih cuek dan gak perhatian lagi ama c doi ...
okeee daripada mencari yang salah mari kita buat sebuah hubungan itu menjadi harmonis saling percaya dan saling mendoakan agar tidak ada yang tersakiti :D =)